Cilacap – Perjalanan Sawunggalih FC di ajang Pemdes Cup Karangmangu 2025 berakhir sebagai runner-up. Tanpa jeda istirahat usai laga semifinal, Sawunggalih harus langsung melakoni partai final melawan PSW Widarapayung dan mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
Final yang digelar Minggu sore (14/12/2025) di Lapangan Karangmangu berlangsung dengan tempo tinggi. Sawunggalih berupaya tampil disiplin sejak menit awal, namun kondisi fisik yang terkuras usai laga sebelumnya membuat tim kesulitan mengimbangi permainan PSW Widarapayung yang tampil lebih segar.
PSW Widarapayung memanfaatkan momentum dengan baik. Tekanan yang terus dilancarkan berbuah dua gol yang memastikan kemenangan mereka sekaligus mengukuhkan gelar juara Pemdes Cup Karangmangu 2025.
Meski gagal mengangkat trofi, pencapaian Sawunggalih sebagai runner-up tetap dinilai positif. Sepanjang turnamen, tim asal Desa Ayamalas tersebut menunjukkan semangat juang tinggi, mental bertanding yang kuat, serta konsistensi hingga mampu menembus partai final.
Kapten Sawunggalih FC (Sunu) menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama turnamen berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Ayamalas dan pendukung Sawunggalih yang terus bersama kami sampai di titik ini. Kami sudah berjuang semaksimal mungkin, dan hasil ini menjadi pelajaran berharga untuk ke depan,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari barisan suporter Sawunggalih yang tetap bertahan hingga laga berakhir. Salah satu perwakilan suporter menegaskan bahwa perjuangan tim patut diapresiasi.
“Kami bangga dengan perjuangan Sawunggalih. Menjadi runner-up dengan kondisi tanpa jeda istirahat bukan hal mudah. Bagi kami, mereka tetap juara di hati,” ucapnya.
Sawunggalih FC menutup kiprah di Pemdes Cup Karangmangu 2025 dengan kepala tegak. Raihan posisi runner-up menjadi modal penting untuk menatap kompetisi dan turnamen berikutnya.





Terima kasih kepada masyarakat ayamalas serta suporter setia sawunggalih, mohon maaf hasil belum maksimal…
Kalian istimewa, kalau ada jeda istirahat 1 hari saja mungkin cerita akan berbeda. Good job