Ayamalas — Pemerintah Desa Ayamalas melalui tenaga kesehatan dan jajaran kader TPK mulai mempersiapkan rencana penyaluran MBG (Makanan Bergizi) untuk kelompok sasaran 3B, yaitu:
- Bumil (Ibu Hamil)
- Bufas (Ibu Pasca Persalinan)
- Balita Non PAUD
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat serta pencegahan stunting melalui intervensi pangan dan edukasi keluarga.
Meski jadwal resmi pelaksanaan penyaluran MBG belum diumumkan oleh pihak terkait, pemerintah desa memastikan masyarakat mulai mendapatkan informasi awal agar dapat mempersiapkan diri sesuai kategori sasaran.
Distribusi Dilaksanakan di 6 Titik Wilayah Dusun
Sesuai rencana teknis awal, pendistribusian MBG akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di enam lokasi berdasarkan wilayah dusun:
- Dusun Gintung
- Dusun Panawareng
- Dusun Jatisari
- Dusun Pejaten
- Dusun Karangasem
- Dusun Ayamalas
Pembagian titik ini bertujuan agar pelayanan lebih dekat dengan sasaran sehingga mempermudah akses kelompok penerima dan mengurangi kerumunan di satu tempat.
Kader TPK Ditugaskan Antar ke Sasaran
Dalam koordinasi terbaru bersama petugas dari Dinas PPKBD, disampaikan bahwa proses distribusi ke penerima nantinya akan dibantu oleh kader TPK yang ditugaskan langsung untuk memastikan MBG sampai ke masing-masing sasaran secara tepat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari verifikasi lapangan serta pendataan lanjutan penerima manfaat.
Masih Tahap Pemberitahuan
Hingga saat ini, pihak desa menegaskan bahwa program masih dalam tahap pemberitahuan dan persiapan administrasi, termasuk penentuan jadwal pelaksanaan, pengiriman barang, serta koordinasi teknis antarunit pelaksana.
Pemerintah Desa Ayamalas mengimbau masyarakat sasaran agar tetap menunggu informasi lanjutan dari kanal resmi desa seperti:
- Pengumuman Balai Desa
- Grup WhatsApp RT/RW
- Kader Posyandu
- Media Ayamalas Kreatif
Upaya Bersama Cegah Stunting
Program MBG sendiri merupakan salah satu langkah prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesehatan gizi keluarga dan menurunkan risiko kekurangan nutrisi pada kelompok rentan.
Dengan adanya pendistribusian terencana ini, diharapkan manfaat dapat dirasakan secara merata dan tepat sasaran.



